Selasa, 07 Mei 2019

MAKALAH
KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP

Guru Pengampu :
Riza Resanti K., S.Pd





Disusun Oleh :
1.     Alviani Fitria Anastasya
2.     Dwi Maratul Azizah
3.     Fathul Jannah
4.     Muhammad Aldy Yusuf
 

Bahasa Indonesia

SMKN 2 SIMPANG EMPAT
2019






KATA PENGANTAR

            Alhamdulillah, senantiasa kita ucapkan puji syukur kehdirat Allah SWT yang hingga saat ini masih memberikan kita nikmat iman dan kesehatan, sehingga kami diberi kesempatan yang luar biasa ini yaitu kesempatan untuk menyelesaikan tugas penulisan makalah tentang “Kerusakan Lingkuhan Hidup”
            Shalawat serta salam tidak lupa selalu kita haturkan untuk junjungan nabi agung kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan pertunjukan Allah SWT untuk kita semua, yang merupakan sebuah pertunjukan yang paling besar yakni Syariah agama Islam yang sempurna dan merupakan satu – satunya karunia paling besar bagi seluruh alam semesta.
            Adapun penulisan makalah ini merupakan bentuk dari pemenuhan tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada makalah ini akan dibahas mengenai Pengertian lingkuhan hidup, Permasalahan dan faktor kerusakan lingkungan hidup, dan bagaimana upaya pelestarian lingkungan hidup.
            Kami ucapkan terimakasih yang sebanyak – banyaknya kepada setiap pihak yang telah mendukung serta membantu kami selama proses penyelesaian makalah ini hingga dapat terselesaikan makalah ini. Penulis juga berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi setiap pembaca.
            Tak lupa dengan seluruh kerendahan hati, kami meminta kesediaan pebaca untuk memberikan kritik serta saran yang membangun mengenai penulisan makalah kami ini, untuk kemudian kami jadikan acuan pembelajaran dan pembenaran dimakalah berikutnya


Senin, 06 Mei 2019

Penulis





DAFTAR ISI

Halaman Judul.................................................................................................... i
Kata Pengantar................................................................................................... ii
Daftar Isi.............................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang........................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................... 1
1.3 Tujuan......................................................................................................... 1
1.4 Manfaat...................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi Lingkungan Hidup........................................................................ 2
2.2 Unsur Lingkungan Hidup........................................................................... 3
2.3 Pentingnya Lingkungan Hidup Bagi Kehidupan....................................... 3
2.4 Faktor Penyebab Kerusakan Lingkungan Hidup....................................... 4
2.5 Dampak Kerusakan Lingkungan Hidup..................................................... 5
2.6 Upaya Mengatasi Kerusakan Lingkungan Hidup...................................... 6
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan................................................................................................. 7
3.2 Saran........................................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 8






BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Pada umumnya manusia bergantung pada keadaan lingkungan disekitarnya yaitu berupa sumber daya alam yang dapat menunjang kehidupan sehari-hari.Sumber daya alam yang utama bagi manusia adalah tanah, air dan udara. Tanah merupakan tempat manusia untuk melakukan berbagai kegiatan. Air sangat diperlukan oleh manusia sebagai komponen terbesar dari tubuh manusia. Untuk menjaga keseimbangan, air sangat dibutuhkan dengan jumlah yang cukup banyak dan memiliki kualitas yang baik.
Penggunaan sumber daya alam inilah yang dapat menjadi penyebab utama kerusakan lingkuhan hidup. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bagaikan pisau bermata dua, dimana ada dapat positif dan negatifnya. Namun, dampak negatif itu sendiri sangat berpengaruh terhadap lingkuhan hidup yang dapat mengancam kehidupan manusia itu sendiri. Sebab itu kami memutuskan untuk membahas tentang Lingkungan Hidup, sehingga kita dapat mengetahui lebih dalam tentang lingkuhan hidup dan dapat ikut serta dalam upaya pelestariannya.

1.2    Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan Lingkuhan Hidup ?
2.      Apa yang menjadi penyebab atau faktor kerusakan Lingkungan Hidup ?
3.      Bagaimana upaya dalam pelestraian Lingkuhan Hidup ?

1.3    Tujuan
1.      Untuk mengetahui apa itu Lingkungan Hidup
2.      Mengetahui penyebab kerusakan Lingkungan Hidup
3.      Dapat dijadikan landasan dalam mengatasi masalah kerusakan Lingkungan Hidup.

1.4    Manfaat
Menambah pengetahuan tentang Lingkungan Hidup, khususnya tentang apa definisi lingkungan hidup, arti penting lingkungan hidup, permasalahan dan faktor kerusakan dalam lingkungan hidup dan bagaimana pelestariannya.






BAB II
PEMBAHASAN


2.1    Definisi Lingkungan Hidup
Lingkungan hidup biasa juga disebut dengan lingkungan hidup manusia (human environment) atau dalam sehari - hari juga cukup disebut dengan "lingkungan saja. Unsur-unsur lingkungan hidup itu sendiri biasanya terdiri dari: manusia, hewan, tumbuhan, dll. Lingkungan hidup merupakan bagian yang mutlak dari kehidupan manusia. Dengan kata lain, lingkungan hidup tidak terlepas dari kehidupan manusia. Istilah lingkungan hidup, dalam bahasa Inggris disebut dengan environment, dalam bahasa Belanda disebut dengan Millieu, sedangkan dalam bahasa Perancis disebut dengan Ie'nvironment.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi lingkungan hidup menurut para ahli:

2.1.1        Menurut Prof. Dr. Raden Soedjono Djoened Poesponegoro
Lingkungan fisik atau jasmani yang terdapat di alam. Lingkungan fisik dan jasmani mencakup manusia, hewan, dan tumbuhan.

2.1.2        Menurut Prof Dr. Munadjat Danusaputro SH
Semua benda dan daya serta kondisi termasuk didalamnya manusia dan tingkah perbuatannya yang terdapat dalam ruang dimana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup yang lain. dengan demikian, lingkungan hidup mencakup dua lingkungan, yaitu lingkungan fisik dan lingkungan budaya.

2.1.3        Menurut Undang-Undang no 23 Tahun 1997
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Berdasarkan definisi Undang – Undang no 23 Tahun 1997, lingkungan hidup tersusun dari berbagai unsur yang saling berkaitan yaitu unsur biotik, abiotik, dan sosial budaya.



2.2    Unsur Lingkungan Hidup
2.2.1        Unsur Hayati (Biotik)
Adalah unsur – unsur makhluk hidup atau benda yang bercirikan kehidupan, seperti bernapas, memerlukan makanan, tumbuh, dan berkembang biak. Secara umum, unsur biotik meliputi produsen, konsumen, dan pengurai.
·      Produsen, yaitu organisme yang dapat membuat makanan sendiri dari bahan anorganik sederhana. Produsen pada umumnya adalah tumbuhan hijau yang dapat membentuk bahan makanan (zat organik) melalui fotosintetis.
·      Konsumen, yaitu organisme yang tidak mampu membuat makanannya sendiri. Terdiri atas hewan dan manusia. Konsumen memperoleh makanannya dari organisme lain, baik hewan maupun tumbuhan.
·      Pengurai atau perombak (dekomposer), yaitu organisme yang mampu menguraikan bahan oraganik yang berasal dari organisme mati. Pengurai ini terdiri atas bakteri dan jamur.
2.2.2        Unsur Fisik (Abiotik)
Yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air,udara, iklim, dan lain-lain. Keberadaan lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi.
2.2.3        Unsur Sosial Budaya
Yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat.

2.3    Pentingnya Lingkungan Hidup Bagi Kehidupan
Wahana bagi keberlanjutan kehidupan lingkungan hidup merupakan tempat berinteraksinya makhluk hidup yang membentuk suatu jaringan kehidupan.

2.3.1        Tempat Tinggal (Habitat)
Lingkungan merupakan tempat tinggal semua makhluk hidup dari mulai tingkat rendah sampai tingkat ke tinggi. Masing – masing spesies membentuk kelompok.
2.3.2        Tempat Mencari Makan (Niche)
Lingkungan hidup merupakan tempat tinggal makhluk hidup, maka selain nyaman dan aman mereka juga memerlukan makan bagi kelangsungan hidupnya. Jadi selain untuk tempat tinggal, lingkungan juga merupakan tempat untuk mencari makan bagi makhluk hidup.
2.3.3        Lingkungan sebagai Tempat berlangsungnya aktivitas sosial, ekonomi, politik, budaya dan lain – lain.
Berkaitan dengan hal itulah terjalin interaksi sosial yang menunjukan ketergantungan antara manusia dan sesamaanya. Melalui proses interaksi sosial manusia mampu mencapai kesejahteraan bagi hidupnya.

2.4    Faktor Penyebab Kerusakan Lingkungan Hidup
Lingkungan hidup mempunyai keterbatasan, baik dalam hal kualitas maupun kuantitasnya. Dengan kata lain, lingkungan hidup dapat mengalami penurunan kualitas dan penurunan kuantitas. Penurunan kualitas dan kuantitas lingkungan ini menyebabkan kondisi lingkungan kurang atau tidak dapat berfungsi lagi untuk mendukung kehidupan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Berdasarkan faktor penyebabnya, bentuk kerusakan lingkungan hidup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

2.4.1        Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam
Peristiwa-peristiwa alam yang dapat memengaruhikerusakan lingkungan, antara lain :
·         Letusan Gunung Api
Letusan gunung api dapat menyemburkan lava, lahar, material-material padat berbagai bentuk dan ukuran, uap panas, serta debu - debu vulkanik. Selain itu, letusan gunung api selalu disertai dengan adanya gempa bumi local yang disebut dengan gempa vulkanik.
·         Gempa Bumi
Gempa bumi adalah getaran yang ditimbulkan karena adanya gerakan endogen. Semakin besar kekuatan gempa, maka akan menimbulkan kerusakan yang semakin parah di muka bumi.
·         Banjir
Banjir merupakan salah satu bentuk fenomena alam yang unik. Dikatakan unik karena banjir dapat terjadi karena murni gejala alam dan dapat juga karena dampak dari ulah manusia sendiri. Banjir dikatakan sebagai gejala alam murni jika kondisi alam memang memengaruhi terjadinya banjir, misalnya hujan yang turun terus menerus, terjadi didaerah dataran rendah atau di lembah-lembah sungai.

·         Tanah Longsor
Karakteristik tanah longsor hampir sama dengan karakteristik banjir. Bencana alam ini dapat terjadi karenaproses alam ataupun karena dampak kecerobohan manusia.
·         Badai/Angin Topan
Topan terjadi karena perbedaan tekanan udara yang sangat mencolok di suatu daerah sehingga menyebabkan angin bertiup lebih kencang.
·         Kemarau Panjang
Bencana alam ini merupakan kebalikan dari bencana banjir. Bencana ini terjadi karena adanya penyimpangan iklim yang terjadi di suatu daerah sehingga musim kemarau terjadi lebih lama dari biasanya.
2.4.2        Kerusakan Lingkungan Hidup karena Aktivitas Manusia
Dalam memanfaatkan alam, manusia terkadang tidak memerhatikan dampak yang akan ditimbulkan. Beberapa bentuk kerusakan lingkungan yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia, antara lain, meliputi hal - hal berikut ini :
·         Pencemaran Lingkungan
Pencemaran disebut juga dengan polusi, terjadi karena masuknya bahan - bahan pencemar (polutan) yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan hidup. Berdasarkan jenisnya, pencemaran dapat dibagi menjadi empat, yaitu pencemaran udara, pencemaran tanah, pencemaran air, dan pencemaran suara.
·         Degradasi Lahan
Degradasi lahan adalah proses berkurangnya daya dukung lahan terhadap kehidupan. Degradasi lahan merupakan bentuk kerusakan lingkungan akibat pemanfaatan lingkungan oleh manusiaa yang tidak memerhatikan keseimbangan lingkungan. Bentuk degardasi lahan, misalnya lahan kritis, kerusakan ekosistem laut, dan kerusakan hutan.

2.5    Dampak Kerusakan Lingkungan Hidup
2.5.1        Dampak kerusakan lingkungan terhadap pemanasan global
Konsentrasi gas - gas tertentu yang dikenal sebagai gas rumah kaca, terus bertambah diudara akibatnya tindakan manusia melalui kegiatan industry, khususnya karbon dioksida (CO2), dan CFC. Akan tetapi yang terutama adalah karbon dioksida, yang umumnya dihasilkan dari penggunaan batu bara, minyak bumi, gas, penggundulan hutan, serta pembakaran hutan
2.5.2        Dampak pemanasan global terhadap perubahan iklim
Dalam panel antar pemerintahan mengenai perubahan iklim yang diselenggarakan pada bulan Desember 1977 dan Desember 2000, badan terdiri atas 2.000 ilmuan tersebut menyebutkan sejumlah realitas yang terjadi pada saat ini, diantaranya :

Mencairnya es kutub utara dan selatan
. Curah hujan rata-rata 2-3%. Suhu rata-rata udara naik 0,3°C pertahun. Terumbu karang menjadi rusak. Kerusakan tanah pertanian merosot hingga2-8%. Permukaan tanah turun 0,8 cm per tahun. Bencana-bencana alam sering terjadi. Suhu global meningkat sekitar 5°C. Pemukaan es dikutub uatara makin tipis. Penggundulan hutan.

2.6    Upaya Mengatasi Kerusakan Lingkungan Hidup
Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi kerusakan lingkungan adalah sebagai berikut :
·           Reboisasi, yaitu berupa penanaman kembali tanaman terutama pada daerah-daerah perbukitan yang telah gundul.
·           Rehabilitasi lahan, yaitu pengembalian tingkat kesuburan tanah-tanah yang kritis dan tidak produktif.
·           Pengaturan tata guna lahan serta pola tata ruang wilayah sesuai dengan karakteristik dan peruntukan lahan.
·           Pembuatan sengkedan (terasering) bagi daerah-daerah pertanian yang memiliki kemiringan lahan curam yang rentan terhadap erosi.
·           Tidak membuang sampah dan limbah rumah tangga ke sungai.
·           Penyediaan tempat sampah, terutama di daerah pantai yang dijadikan lokasi wisata.
·           Membuat pengelolaan limbah, jadi limbah tidak langsung dibuang.Melakukan sistem tebang pilih.






BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan
Lingkungan hidup merupakan bagian yang mutlak dari kehidupan manusia. Dengan kata lain, lingkungan hidup tidak terlepas dari kehidupan manusia. Lingkungan hidup memiliki 3 unsur penting yaitu Unsur hayati (biotik), Unsur Fisik (abiotik), dan Unsur Sosial Budaya. Kehidupan manusia sangat memerlukan lingkungan yaitu sebagai tempat tinggal,  sebagai tempat mencari makan, sebagai tempat beraktivitas dan sebagai tempat hiburan.Tetapi semuanya itu tidak dapat di lakukan jika lingkungan itu rusak, faktor yang membuat lingkungan itu menjadi rusak adalah faktor dari alam bahkan faktor dari manusia sendiri.Untuk itu kita harus melakukan berbagai upyaa agarlingkungan kita bersih dan layak untuk ditempati.

3.2    Saran
Saran yang penulis dapat berikan adalah ketika pembaca membaca makalah ini kiranya pembaca dapat  ikut serta melestarikan lingkungan sekitar agar kita dapat memiliki lingkunganyang bersih dan layak untuk ditempati.






DAFTAR PUSTAKA

Admin, (2019). Pengertian dan Definisi Lingkungan Hidup. Diakses pada tanggal  05 Mei 2019. Dari situs (http://www.lingkungan.lovelybogor.com/pengertian-dan-definisi-lingkungan-hidup/ )
Novarina Fahrisa, (2015). Makalah Lingkungan Hidup. Diakses pada tanggal 05 Mei 2019. Dari situs (https://www.academia.edu/24449339/Makalah_Lingkungan_Hidup )
Azarianurdha, (2016). Dampak Kerusakan Lingkungan Hidup Bagi Makhluk Hidup. Diakses pada tanggal 06 Mei 2019. Dari situs (https://azarianurdhacom.wordpress.com/2016/02/03/dampak-kerusakan-lingkungan-hidup-bagi-mahluk-hidup/ )